Accounting Syiar Online

IMG_2032.JPG

*Seorang Guru Agama berkumpul dgn murid2nya, kemudian beliau mengajukan 6 pertanyaan :*

Pertanyaan 1 :
“Apakah yg *PALING TAJAM* di dunia ini ?
Muridnya menjwb dgn serentak “Pedang”
Jwb Guru : Bukan, yg paling tajam adalah *”Lidah Manusia”* karena melalui lidah, manusia dgn mudahnya memfitnah orang, menyakiti hati, melukai perasaan org lain, dll.

Pertanyaan 2 :
Apa yg *PALING JAUH* dari diri kita di dunia ini ?
Murid ada yg menjwb : “Antartika, bulan, matahari”.
Jwb Guru : Keliru anak2. Yg paling benar adalah *“Masa Lalu”*, Siapa pun kita, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita, tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu, kita harus menjaga tutur kata dan perilaku baik kita hari ini dan hari-hari yg akan datang.

Pertanyaan 3 :
Apa yg *PALING BESAR* di dunia ini ?
Muridnya ada yg menjwb “gunung, bumi, matahari”.
Jawab Guru : Bukan, yg plg besar dari yg ada di dunia ini ialah *”Nafsu”*. Banyak manusia menjadi celaka karena menuruti hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawinya. Karena itu, kita harus hati-hati dgn hawa nafsu kita.

Pertanyaan 4 :”Apa yg *PALING BERAT* di dunia ini ?”.
Di antara muridnya ada yg menjwb :”baja, besi, gajah!”,
Jwb Guru : Bukan anak2. Yg paling berat adalah *”Berjanji”*.
Hal yg gampang diucapkan tapi sulit dilakukan. Ingat, janji itu utang!

Pertanyaan 5 : “Apa yg *PALING RINGAN* di dunia ini ?”
Ada yg menjwb: “Kapas, angin, debu, daun”
Jwb Guru : Yg paling ringan di dunia ini adalah *”Meninggalkan Ibadah”.*

Lalu pertanyaan 6 :Apa yg *PALING DEKAT* dgn diri kita di dunia ini ?
Muridnya serentak menjwb : “orang tua, sahabat, teman, kerabatnya”.
Jawab Guru : Keliru. Yg paling dekat dgn kita adalah *”KEMATIAN”.* Sebab kematian adalah PASTI adanya & tiap detik bisa saja terjadi.

 

Dan terakhir pertanyaan bonus dari Guru tsb :”Apa yg paling *GAMPANG* di dunia ini?”
Mareka menjawab: “Makan, tidur”
Jwb Guru : Kalian keliru lagi. Yg paling gampang adalah *”forward pesan pesan ini”* ke semua sahabat dan relasi kalian. Cuman tinggal copy paste kok, terus send all ke semua teman / saudara kalian, maka akan jadi ilmu yg bermanfaat..

 

Lalu, sang Guru berpesan:
“Anak-anaku, kalian jangan bangga dgn tempat tidur yg empuk, krn tempat tidur kita yg terakhir adalah *TANAH.*

Jangan bangga dgn rumah mewah, krn rumah terakhir kita adalah *KUBURAN*

Jangan bangga dgn titel/gelar, krn titel kita yg terakhir adalah *ALMARHUM* (Alm.).

Jangan bangga dgn wajah yg ganteng/cantik, krn wajah kita yg terakhir adalah *TENGKORAK.*

Jangan bangga dgn mobil mewah anda, krn mobil terakhir yg kita naiki adalah *KERANDA*

Jangan bangga dgn hp mahal/canggih, krn alat komunikasi yg bisa menyelamatkan adalah *DOA.*

Mari kita sebarkan ke semua teman, utk mengingatkan antar sesama, betapa tidak pantasnya manusia jikalau menjadi orang yg sombong..

Sebab kita tidak membawa sesuatu apapun ke dlm dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa saat keluar dari dunia….”

Semoga Bermanfaat…🙏🙏🙏

 

#AccountingSyiarOnline
#DivisiKerohanian
#IMAKSIBersatu
#IMAKSIJaya

Karena Nila Setitik

​Assalamu’alaikum Wr. Wb.

[Karena Nila Setitik]
Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya Rekayasa Sosial menyebutkan bahwa salah satu bentuk kesalahan berpikir adalah fallacy of dramatic instance.

Secara sederhana, fallacy of dramatic instance didefinisikan sebagai bentuk generalisasi (penyamarataan) yang berlebihan dari suatu kasus tertentu.
Misalnya gini:

Seseorang menganggap pernikahan di usia muda adalah hal yang dapat membawa kepada kehancuran rumah tangga karena ia melihat tetangganya yang menikah di usia muda rumah tangganya hancur berantakan.
Bisa juga gini:

Seorang wanita menganggap semua laki-laki jahat hanya karena ia pernah dijahati oleh satu orang laki-laki.
Atau bisa juga gini:

Seorang istri menganggap suaminya tak pernah berbuat baik kepadanya hanya karena suaminya itu pernah satu kali berbuat salah kepadanya.
Eiiits..

Contoh yang ketiga ini berdasarkan hadis riwayat Bukhari (29) berikut:

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ibnu ‘Abbas berkata, Nabi Muhammad bersabda, “Aku diperlihatkan neraka.
Ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita. Karena mereka sering mengingkari.”

Ditanyakan, “Apakah mereka mengingkari Allah?”
Beliau bersabda, “Mereka mengingkari pemberian suami, mengingkari kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu, maka dia akan berkata: “Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu.'”
Peribahasa berikut sangat cocok sebagai alih bahasa dari hadis di atas:

“Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.”

(Hanya karena keburukan yang sedikit, semuanya menjadi buruk)
Demikian pelajaran yg bisa dibagikan hari ini. Mari kita terus perbaiki diri. Semoga bermanfaat!🙋
Sumber: Karom
#AccountingSyiarOnline

#DivisiKerohanian

#IMAKSIBersinar

#IMAKSIJaya

Salaf

​Assalamu’alaikum Wr. Wb.
[Salaf]


Otak manusia, dengan izin Tuhan-nya, merekayasa kemajuan teknologi infomasi untuk berniaga.

Lalu dikenallah jual beli online.
Jual beli online dapat menjadi salah satu bentuk implementasi dari sistem jual beli salaf pada zaman Nabi. Apa itu jual beli salaf?
Definisinya bisa kita lihat di hadis riwayat Bukhari (2240) berikut:

Telah menceritakan kepada kami Shadaqah. Telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Uyainah. Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abi Najih dari ‘Abdullah bin Katsir dari Abu Al Minhal dari Ibnu ‘Abbas berkata: Ketika Rasulullah tiba di Madinah, mereka (penduduk Madinah) mempraktikkan jual beli buah-buahan dengan sistem salaf, yaitu membayar dimuka dan diterima barangnya setelah kurun waktu dua atau tiga tahun kemudian.

Maka Rasul bersabda, “Siapa yang mempraktikkan salaf dalam jual beli, hendaklah dilakukannya dengan takaran yang diketahui, timbangan yang diketahui, serta sampai waktu yang diketahui.”
Berdasarkan hadis di atas, jual beli salaf harus memenuhi empat kriteria kejelasan:

1. Takaran (kualitas)

2. Timbangan (kuantitas)

3. Waktu penyerahan barang yang diperjualbelikan

4. Harga
Jual beli online pun jika ingin dikategorikan sebagai jual beli salaf harus memenuhi empat kriteria di atas. Jika tidak, maka jual beli online dapat tergolong sebagai gharar yang dilarang Nabi.
Demikian ilmu yg dapat disampaikan hari ini. Semoga bermanfaat!☺
#AccountingSyiarOnline

#DivisiKerohanian

#IMAKSIBersinar

#IMAKSIJaya

Accounting Syiar Online : Apa Manfaat Keberadaan Kita Dalam Suatu Kelompok?

​Assalamu’alaikum Wr. Wb.

[Apa Manfaat Keberadaan Kita Dalam Suatu Kelompok?]
Allah SWT mempertemukan kita untuk satu alasan. Entah untuk memberi atau untuk menerima. Entah untuk belajar atau untuk menyampaikan. Entah untuk bercerita atau untuk mendengarkan. Entah untuk sesaat atau untuk selamanya. Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya untuk sekedarnya.
Semua tidak akan ada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan.
Hidup kita saling mengisi.

Jikalau ada perbedaan, itu adalah hal yg biasa. Tak perlu diperbesar dan jangan jadi perpecahan sehingga memutuskan tali silaturrahim yg sudah terjalin.
Bisa jadi kehadiran kita adalah jawaban atas do’a-do’a saudara kita sebagaimana mereka pun adalah jawaban atas do’a-do’a kita.
Jika sudah menjadi takdir Allah, meski dengan jarak beribu-ribu kilometer jauhnya, kita tetap akan dipertemukan, dalam satu ikatan “Ukhuwah”.
Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan Nabi, dan bukan pula Syuhada. Tetapi para Nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka”.
Seorang Sahabat bertanya:

“Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka yg di maksud itu?

Agar kami bisa turut mencintai mereka”.
Rasulullah SAW menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai, mengasihi dan menyayangi karena Allah. Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu Bersinar bagaikan Cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya”.
Semoga tali silaturrahim, persahabatan, dan persaudaraan kita dalam suatu kelompok, termasuk ke dalam golongan yg di Ridhoi serta diberkahi oleh Allah SWT. Aamiin Ya Robbal Alamiin….
#AccountingSyiarOnline

#DivisiKerohanian

#JumatBerkah

#IMAKSIBersinar

#IMAKSIJaya

CERITA HIKMAH: Seorang Murid Mengadu kepada Gurunya

​Assalamu’alaikum Wr. Wb. 

[CERITA HIKMAH: Seorang Murid Mengadu kepada Gurunya]


👦 : Ustadz, betapa banyak dosa kita kepada Allah dan tidak menunaikan hakNya sebagaimana mestinya, tapi kok Allah tidak menghukum kita ya ustadz? 
👨 : Betapa sering Allah menghukummu tapi kamu tidak merasa. Sesungguhnya salah satu hukuman terbesar Allah yg bisa menimpamu adalah sedikitnya taufiq (kemudahan) untuk mengamalkan ketaatan & amal2 kebaikan. Tidaklah seseorang diuji dengan musibah yg lebih besar dari (kekerasan & kematian hatinya)
Sebagai contoh:

Sadarkah bahwa Allah telah mencabut darimu rasa bahagia & senang dengan munajat kepadaNya, merendahkan diri kepadaNya, menyungkurkan diri di hadapanNya?
Sadarkah bahwa Allah tidak diberikan rasa khusyu dalam shalat?
Sadarkah bahwa hari-harimu telah berlalu dari hidupmu, tanpa membaca al-Qur’an. Tidakkah Allah menahan lidahmu untuk berdzikir, beristighfar & berdo’a kepadaNya? 
Sadarkah bahwa telah berlalu beberapa malam yg panjang sedangkan kamu tidak melakukan Qiyamul-lail di hadapan Allah, walaupun terkadang kamu begadang.
Sadarkah bahwa telah berlalu musim-musim kebaikan seperti Ramadhan, 6 hari di bulan Syawwal,10 hari pertama bulan Dzulhijjah, dst. Tapi kamu belum diberi taufiq untuk memanfaatkannya sebagaimana mestinya.
Sadarkah bahwa Allah membuatmu lupa kepada Akhirat, lalu Allah menjadikan dunia sebagai perhatian terbesarmu & ilmu tertinggi?
Hukuman apa lagi yg lebih berat dari itu? 
Semua (bentuk pembiaran) dengan berbagai bentuknya ini, hanyalah beberapa bentuk hukuman Allah kepadamu, sedangkan kamu menyadarinya atau tidak sama sekali. 
Waspadalah, agar kamu tidak terjatuh ke dalam dosa-dosa & meninggalkan kewajiban-kewajiban.

Karena hukuman yg paling ringan dari Allah terhadap hambaNya adalah:

Hukuman yg terasa pada harta, atau anak, atau kesehatan.
Sesungguhnya hukuman terberat adalah hukuman yg tidak terasa pada kematian hati, lalu ia tidak merasakan nikmatnya ketaatan dan tidak merasakan sakitnya dosa
Karena itu wahai sahabat, perbanyaklah di sela-sela harimu amalan taubat dan istighfar, semoga Allah menghidupkan hatimu:)
#AccountingSyiarOnline

#DivisiKerohanian

#IMAKSIBersinar

#IMAKSIJaya

ZODIAK MENENTUKAN NASIB?

​Assalamu’alaikum Wr. Wb.

[Zodiak Menentukan Nasib?]
Bagi sebagian remaja muslim, zodiak merupakan hal yang dinanti. Agar tidak terjatuh kepada dosa terbesar dari dosa-dosa besar, yuk kita ikuti penjelasan ulama mengenai hal tersebut.
Syaikh Sholih Alu Syaikh mengatakan,

“Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki, maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. Akibatnya dari perbuatan yang hanya sekedar membaca ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut, maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad.”
Ada dua rincian hukum dalam masalah ini.
🔸1: Apabila sekedar membaca zodiak, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut, maka itu tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama 40 hari.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230).
Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.(Syarh Muslim,14:227)
🔸2: Apabila sampai meyakini ramalan tersebut, maka dianggap telah mengkufuri Al Qur’an.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532, hasan)
Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar kedustaannya, semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai wajib. (Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, 1: 330)
Marilah kita berlindung kepada Allah semoga diri kita, anak-anak kita, kerabat-kerabat kita dijauhi segala bentuk perbuatan syirik. Jadikanlah satu-satunya sandaran dalam segala urusan adalah Allah SWT.
Sumber: https://muslim.or.id/7970-hukum-membaca-ramalan-bintang-zodiak-dan-shio.html
#AccountingSyiarOnline

#DivisiKerohanian

#IMAKSIBersinar

#IMAKSIJaya

Nikmat adalah Ujian

Assalamualaikum Wr. Wb.
[Nikmat Adalah Ujian]
Halo teman2 semua, masih ingatkah dengan kisah Nabi Sulaiman AS?

Ia adalah seorang Nabi dan Raja yang sangat hebat, kaya dan menakjubkan.
Allah SWT memberinya kerajaan yang tidak pernah diberikan kepada siapapun di dunia sesudahnya. Ia pula memahami bahasa semua binatang. Bangsa jin pun tunduk bahkan menjadi bala tentaranya. Angin juga Allah tundukkan hanya untuknya. Dan berbagai macam nikmat lainnya yang tak dapat dihitung lagi.
Ketika ia mendengar ratu semut berbicara kepada rakyatnya, sebagaimana Allah ceritakan dalam Al-Qur’an surah An-Naml:18, beliau tersenyum mendengarkan ucapannya dan langsung ingat kepada Allah SWT yang telah memberinya suatu nikmat tersebut seraya berdoa yang artinya:

“Yaa Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Nabi Sulaiman AS tidak lupa daratan dengan semua kehebatannya. Ia sama sekali tidak congkak dan sombong. Bahkan ia begitu merendahkan dirinya di depan Allah. Dan suatu ketika ia meminta agar singgasana ratu Balqis dihadirkan ke istananya, sebelum matanya berkedip, singgasana itu telah hadir di depannya. Dari jarak yang sangat jauh, ribuan kilometer antara Yaman dan Yerusallem. Dia sadar, bahwa itu semua yang terjadi adalah Karunia Allah. Dan Nikmat itu adalah bentuk ujian dari-Nya.
Tidak seperti sebagian manusia yang memandang ujian hanyalah suatu bentuk dari musibah. Maka Nabi Sulaiman AS langsung berkata:

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ 

“Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).” (An Naml: 40).
Maka bila kita memperoleh suatu nikmat, kesuksesan atau apa saja, sehingga kita merasa hebat, ketahuilah bahwa diri kita sedang dalam ujian. Berapa banyak yang tidak lulus ketika di uji dengan kenikmatan dunia. Karena sesungguhnya, dunia ini akan membuatmu jauh dan lupa dari Sang Pemberi.
Semoga kita bukan salah satunya dari mereka yang melupakan segala nikmatnya. Amiiin….

Wassalamualaikum Wr. Wb.
#DivisiKerohanian

#AccountingSyiarOnline

#IMAKSIBersinar

#IMAKSIJaya